Sektor properti sepanjang 2007 berhasil menuai perkembangan yang bagus. Tingkat inflasi yang terkendali, rendahnya suku bunga KPR serta daya beli masyarakat yang menguat menjadi faktor pemicu perkembangan sektor properti.
Kemudian bagaimana outlook sektor properti di tahun 2008?
Tahun 2008 diperkirakan harga minyak dunia akan kembali meningkat. Kenaikan harga minyak tentunya akan mempunyai efek domino terhadap komoditas lainnya termasuk harga bahan-bahan bangunan. Jika kenaikan harga minyak diikuti pula oleh kenaikan BBM, tentunya hal ini akan semakin menekan daya beli masyarakat.
Tulisan berikut ini berusaha menyajikan tinjauan sektor properti di tahun 2008 berdasarkan pengaruh tiga variabel, yaitu:
1. Harga bahan baku
Properti membutuhkan bahan baku seperti semen, pasir, kayu, baja, beton, seng, kawat dan lain-lain. Awal 2008 ini, harga minyak dunia sempat menyentuh $100 per barrel. Kenaikan harga minyak ini akan diikuti pula oleh kenaikan harga-harga bahan baku properti. Dan hal ini turut mempengaruhi harga jual properti.
2. Suku Bunga
Suku bunga sangat menentukan dalam perkembangan sektor properti. Ketika suku bunga rendah, maka suku bunga KPR juga rendah sehingga banyak orang yang mengambil pinjaman untuk properti. Jadi, pada saat suku bunga rendah, maka sektor properti akan melambung.
3. Market
Sektor properti merupakan salah satu indikator sehatnya perekonomian. Sejarah mengungkapkan bahwa ketika perekonomian sedang bagus, maka sektor propertinya juga bagus. Begitu pula sebaliknya, jika kinerja perekonomian buruk, maka sektor properti juga terpuruk. Perekonomian juga dapat dilihat melalui GDP, yang menunjukkan daya beli masyarakat.
Lihat Seluruhnya



